Perjalanan Tiga Srikandi Menaklukan Prau

 Ini adalah kisahku waktu mendaki Gunung Prau yang berlokasi di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah tahun 2017 silam. Dilatarbelakangi oleh patah hati–emang ya, patah hati ini emang bikin aku melakukan hal-hal nekat–sekalian refreshing setelah menjalani ujian tengah semester 1 (atau semester 2 ya, aku lupa), sekitar bulan Desember akhir. Jadi mendaki juga dalam rangka merayakan ulang tahunku yang ke-18 :D

Teman perjalananku mendaki ini juga berbekal dari keimpulsifan diri, bahkan belum kenal sebelumnya. Jadi waktu kuliah dulu aku ngekost di daerah yang namanya Sarmili, nah di awal-awal masuk kuliah kan mahasiswa pada gencar-gencarnya mencari teman, termasuk aku, makanya aku tergabung di grup line Sarmili Kingdom dimana isinya para mahasiswa yang ngekost di daerah Sarmili. Bermodal dari sana, impusively aku menawarkan untuk mendaki ke Prau, siapa tahu ada yang nyaut. Oh ya, sebenarnya ajakan ini gak cuma aku share di grup Sarmili Kingdom sih, ke banyak grup lain juga...

Dari sekian banyak grup yang aku tawarkan, yang ngechat aku ya cuma dari grup Sarmili Kingdom itu.  Aku mendapat dua teman baru, Jijah dan Mim. Mereka dari jurusan D1 Pajak. Nah rupanya dari grup kelasku juga ada yang berminat, Ranny namanya. Tergabunglah empat oraang untuk mendaki, terdiri dari 3 perempuan (aku, Ranny, Jijah) dan satu laki-laki (Mim).

Setelah ujian selesai, kami berembug untuk macam-macam perlengkapan dan peralatan yang harus dibawa. Dan... bisa dinyatakan ini adalah pendakian terrrrrrrrr gak modal yang pernah aku lakukan. Tenda pakai tenda yang aku punya (kado ulang tahun dari tanteku, tenda-tendaan tuh lho yang buat piknik), sleepingbag diganti selimut biasa, sepatu gunung diganti sepatu kets, keril diganti daypack biasa... ini jadi masalah kedepannya, tapi nanti ya aku ceritakan.

Last minute mau berangkat, tiba-tiba Mim batal gak jadi ikut. Dia lebih memilih untuk memanfaatkan libur akhir tahunnya untuk pulang ke rumah (aku gak tau sih rumahnya dimana, tapi kayaknya Mim ini orang Sumatera...). Akhirnya, sisa kami bertiga, perempuan semua. Tetep gas jalaaan!

Nah, perlu diketahui selain minim peralatan, kami juga minim budget :') Satu hari sebelum berangkat, aku nyari tiket bus tujuan Wonosobo. Pagi-pagi buta aku berangkat motoran nyari tiket karna takut kehabisan. Pertama ke terminal Lebak Bulus, nanya-nanya harga kok harganya kayak nembak gitu... dipatok harga 250 s.d. 300k yha kan menangis, Bund. Dibanding sama tiket kereta ke Jogja yang biasanya aku beli a.k.a kereta Bengawan, cuma dibanderol 74k :( bersyukur dapet info dari teman kalo di daerah Ciledug ada semacam transit-point gitu, jual tiket PO juga. Dari Lebak Bulus langsung meluncur ke Ciledug sana, tempatnya agak gak kelihatan karna di dalam pasar, juga becek tanah liat gitu. Tapi gapapa karna setelahnya aku dapet harga tiket bus 94k aja! Tanpa pikir lama aku langsung pesan tiket bus untuk 3 orang.

Esok harinya semua sudah siap, gak ada yang tertinggal. Kami berangkat dari kostku ke transit-point ngegrab car. Sampai sana agak lama nunggu busnya datang, sekitar pukul 1 siang kami naik. Ini aku agak lupa naik Sinar Jaya atau Sumber Alam ya... intinya sih sensasi naik bus malam itu, luar biasa :))) goyang sana goyang sini. Oh ya, dalam satu bus itu cuma ada sekitar 10 orang sudah termasuk kami bertiga, jadi bisa bobok-bobok di kursi yang masih kosong. Kami sampai di basecamp sekitar pukul 1 dini hari. Jadi total 12 jam perjalanan udah sama transit makan malam dan salat. Sebenarnya... kami juga salah basecamp karna kebablasan. Tempat perhentian terakhir bus adalah basecamp untuk pendakian gunung Sindoro dan atau Sumbing... tapi beruntung ternyata yang nyasar gak cuma kami bertiga, ada pendaki lain yang juga tujuannya basecamp pendakian gunung Prau via Pathak Banteng. Jadi kami nyewa angkot bareng-bareng untuk ke basecamp yang seharusnya. Bapak angkot menghendaki untuk berangkat setelah subuh, yah, kami sih ngikut ajaa... sambil nunggu, aku, Jijah, dan Ranny nyempetin waktu untuk tidur sebentar.

Setelah subuh kami pun berangkat. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke basecamp. Sampai disana kami beli yang anget-anget (karna dingin bgt suerrrr), tidur lagi, dan sarapan. Suasana agak mendung, bukit-bukit terhalang kabut. Tepat pukul 8 pagi kami memutuskan untuk memulai pendakian. Ohya, kami gak bareng sama pendaki yang membarengi kami waktu nyewa angkot (entah berpisah dimana aku juga lupa...)

Sebelum mendaki kami lapor terlebih dahulu (nama, kontak sos, perkiraan turun), juga membayar retribusi. Jalan nembus desa, naik ke beberapa tangga yang sudah dibeton, baru deh ketemu tangga-tangga yang berupa tanah. Menurutku ini jalurnya udah enak banget, terbuka. Gak akan nyasar wes kalo gak neko-neko. Dan Prau ini termasuk gunung favorit sih, jadi selalu rame alias gak perlu takut nyasar karna banyak temennya :D

Kalo gak bawa banyak bekel, masih banyak warung di sepanjang perjalanan!

Ohya, di perjalanan kami kenalan sama empat mas-mas super baikkkkk yang akhirnya membarengi kami sampai ke puncak. Gak ada yang spesial sih dari jalur Pathak Banteng ini, selain menanjak terus dan jarang bonus.

Kami sampai di puncak sekitar pukul 12 siang, total 4 jam kami mendaki (alias banyak istirahatnya wkwkwk). Sampai di puncak langsung pasang tenda dan beberes. Mas-mas super baik tadi menawarkan untuk barengan aja hadap-hadapan gitu tendanya, kami setuju. Masak-masak juga, dan disini keliatan banget perbedaan budgetnya... :') kami tiga perempuan berbekal energen, indomie, cokelat, beras vs segeng Mas-mas yang berbekal nugget, fish roll, sosis, bakso, lengkap banget pokoknya (iya, mereka bawa seliter minyak juga!!). Kami dibagi banyak banget sampai kenyang rasanya :') gak akan lupa aku sama kebaikan mas-mas ini.

Selesai beberes, makan, salat, kami futu-futu tapi gak banyak karna hari juga menjelang sore. Lebih banyak menghabiskan waktu di tenda untuk tidur atau makan, atau sekadar ngerapih-rapihin aja supaya pas bobok nyaman. Dan di malam inilah sebuah tragedi terjadi...

Saat kami bermalam, cuaca gak begitu bagus. Anginnya lumayan kencang dan hujan turun dalam bentuk rintik gerimis. Aku ingetin lagi ya, yang kami bawa itu tenda piknik, bukan tenda khusus yang waterproof (kebayang kan kondisi setengah badai berada dalam tenda piknik ni kek mana ya...). Pukul 2 dini hari Jijah kebangun karna ngerasa ada yang netes. Yak seperti yang kalian duga, rembes Bund tendanya :) Jijah ngebangunin aku dan Ranny untuk bantuin dia ngelap-ngelapin langit-langit tenda yang gak mau berhenti rembesannya. Aku memutuskan untuk keluar dan melapisi tenda dengan ponco yang aku bawa (maksud eksistensi ponco disini pengganti flysheet gitu). Lumayan berkurang walaupun masih ngelap-ngelap, sampai akhirnya langit mulai terlihat cerah karna jam menunjukkan pukul 5 pagi. Kami salat subuh sebentar, lalu bersiap melihat sunrise.

Yang warna hijau itu tenda kami. Kebayang ya tenda mainan yang aku maksud TT_TT

awowkaowkok melek dong, Ran

Nunggu sunrise!

Sayangnya, melihat sunrise belum menjadi rezeki kami karena faktor cuaca. Subuh itu masih gerimis, awan mendung menggulung. Tak jarang turun kabut. Tapi ndak papa, tetap senang menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan :D

Tentu saja dilanjut futu-futu yang banyakkk!!!



cantik banget ya Bund pemandangan di belakangku :') ya Allah kangen bangetttt

Sarapan sebentar, gak lama kami memutuskan untuk berberes dan turun (karna Jijah ngincer main ke Telaga Warna hehehe). Ajakan dari geng Mas-mas yang membarengi kami, turunnya via Dieng karna landai dan enak jalurnya (dan emang beneran enak, gak monoton. Kayak Merbabu via Selo). Menuju perjalanan pulang tentu saja menyempatkan foto terlebih dahulu~





Kami dan geng Mas-mas baik hati~ (akunya belum siap foto btw)

Sampai di basecamp lagi pukul 1 siang. Istirahat sebentar, salat juga, kemudian melanjutkan perjalanan. Kami berpisah sama geng Mas-mas baik hati tersebut karena mereka hendak menaklukan gunung selanjutnya (gak tau juga gunung mana), dan kami hendak melanjutkan wisata ke Telaga Warna.

Kisah di Prau aku cukupkan sampai sini dulu, ya. Karena kisah perjalanan kami di Wonosobo masih panjang dan aku masih ngumpulin foto-foto yang dah lama bangetttt... (lupa aku taruh mana hehehe). See ya!

0 comments