Awal yang Baru.

Aku gak tahu, ini post comeback yang ke berapa kalinya di blog ini. Meskipun gak ada yang baca, rasanya sedih, ya, karna menunjukkan seberapa tidak konsistennya aku dalam melakukan sesuatu.

Mulanya, blog ini kubuat pada tahun 2013, dimana aku masih berumur 14 tahun dan kira-kira masih menduduki bangku kelas 2 SMP. Sebatas mengikuti trend saja. Habis, teman-temanku keren, sih. Melek teknologi. Konten-konten yang disuguhkan juga banyak yang menarik, ada yang menjadikan blognya sebagai wadah karya-karya cerpennya, travelling, maupun daily-life yang dijalani. Aku, yang waktu itu berumur 14 tahun, merasa gak mau kalah sama teman-temanku yang keren. Jadilah blog ini tercipta.

Tapi, untuk apa ya? Konten apa yang aku suguhkan?

Aku tidak pandai menulis cerpen, tidak punya uang untuk travelling, dan tidak ada yang menarik dalam hidupku untuk diceritakan. Lagi, di umur 14 tahun itu, masa dimana sedang puber-pubernya, yah... biasalah. Mulai kenal sama yang namanya 'cinta'. Bertepatan dengan momentum boomingnya Raditya Dika yang banyak menulis buku tentang mantan-mantannya, juga Taylor Swift yang banyak menulis lagu tentang mantannya pula, terbesitlah ide di kepala seorang Hasna Dzakiyya yang berumur 14 tahun itu untuk menuliskan kisah cinta yang dialaminya. Dan benar saja, aku tulis sedemikian rupa tentang cinta pertamaku.

Sayangnya, aku tidak memperhitungkan konsekuensi apa yang harus aku hadapi saat menulis sesuatu secara online.

Banyak yang baca, tentu, apalagi teman-teman satu sekolahku. Tidak apa-apa, aku senang malah jika banyak yang baca. Sampai akhirnya, seorang sahabat─yang sekelas dengan cinta pertamaku─memberitahuku, sebuah hal yang menurutku menjadi traumaku dalam menulis. Tulisanku tentangnya, dibaca bersama oleh seluruh anak kelas. Dipampang nyata di layar besar proyektor: blogku.

Aku tidak memikirkan, bagaimana efek yang harus dialami olehnya. Dijadikan bahan tertawaan di kelas. Ia dan tulisanku. Dan sejak saat itu, berbulan-bulan aku tidak berani untuk menyapanya saat berpapasan. Terlalu malu. :(

Yang baru aku sadari, di umurku yang sekarang menginjak 21 tahun ini, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasanku untuk berhenti menulis, bukan?

Aku rindu sekali mencurahkan isi kepalaku dengan menulis.

Belajar dari kejadian tersebut, kali ini, aku ingin memulainya (lagi) dengan menulis hal-hal yang sekiranya tidak merugikan orang lain. Tentang kisahku, kisah orang-orang di sekitarku, atau kegiatan yang aku lakukan. Yang membahagiakan diriku sendiri saja. Belum terpikirkan konten tepatnya seperti apa. Yang penting, aku menulis, menulis, dan menulis. Menulis disini, sekaligus menjadi sarana self-healingku akan kegiatan yang kurang bermanfaat, seperti, overthinking─penyebabku putus cinta beberapa waktu yang lalu (bohong deng, emang karna gak cocok aja heheh). Karenanya, aku ingin memulai sesuatu yang baru, walaupun menulis disini sebenarnya gak baru-baru amat.

Maka aku menulis untuk menyembuhkanku.
Untuk membunuh waktu.
Untuk menjadi memoar hidupku.
Untuk ditertawakan di kemudian hari.
Dan untuk dikenang.



Bekasi, 16 Februari 2021.

3 comments