Donor Darah di UTD PMI DKI Jakarta

Semua berawal dari story whatsapp. 

Salah seorang pegawai kantorku ada yang membuat story seperti ini: Membutuhkan Donor Darah O Segera

Aku yang sebelumnya sudah beberapa kali melakukan donor darah, dan golongan darah yang dibutuhkan sama dengan golongan darahku, merasa ada 'panggilan' untuk membantu pegawai tersebut. Rupanya, dibutuhkan untuk saudaranya yang sedang sakit (aku gak tanya lebih lanjut, sih, sakit apa sampai membutuhkan donor), maka aku membalas story tersebut dan menyatakan aku bersedia menjadi pendonor. Kalau diingat-ingat, aku juga sudah lama tidak donor. Padahal dulu ambisius banget harus rajin donor karena pengen dapat piagam penghargaan keikutsertaan donor😌

Sejam, dua jam, tidak ada balasan. Apa aku dighosting ya sama si Ibu pegawai? :,)

Ah, mungkin sudah dapat. Lagipula, di Indonesia tidak sulit untuk menemukan orang bergolongan darah O. Yasudah, tidak jadi donor deh.

Tapiiiiii...

Jadi kepikiran. Ah, apa stok darah di PMI sedang menipis ya, sampai golongan darah O saja dicarikan pendonor?

Akhirnya aku kepo-kepo deh ke website milik UTD PMI DKI Jakarta, di https://utdpmidkijakarta.or.id/ . Lokasinya juga kebetulan dekat kantor dan searah dengan jalan pulang. Jadi bisa mampir sebentar.

Benar saja, stok darah menipis semenjak pandemi Covid-19 karena sebagian besar stok yang didapat berasal dari event-event sosial (ini aku overheard Mas petugas yang ngobrol sama pendonor di sebelahku, sih). Selama pandemi, mana bisa ngadain event :,) ngadain resepsi nikah dengan jumlah orang lebih dari 30 aja sudah kena ninu ninu.

Nah, aku gak tahu nih, prosedur donor jika aku datang langsung ke PMI nya, karena donor yang aku lakukan sebelumnya itu keikutsertaan aku di event sosial kampus. Jadi, PMI nya yang datang ke kampusku beserta serombongan Mobil Unit Donor Darah.

Bermodal sok tahu dan nekat, aku datang saja lah ke PMI. If you never try, you'll never know, kalau kata Coldplay.

Selesai kerjaan, salat ashar sebentar, langsung bergegas menuju PMI setelah memasuki jam pulang kantor. Sesampainya aku disana, aku menghampiri loket untuk mendaftar. Nantinya akan diberikan formulir untuk mengisi data diri, riwayat seputar Covid-19, serta kuisioner seputar riwayat haid, hubungan seks, tato, narkoba, dan bepergian keluar negeri (ini cuma checklist ya/tidak aja). Selesai mengisi, formulir diberikan ke penyelia untuk didata dan diberikan nomor urut antrian mendonor. Nanti di layar monitor akan ditampilkan nomor urut untuk cek HB dan medical checkup standar sebelum melakukan donor. Sebenarnya prosedurnya sama saja sih, bedanya kali ini aku yang datang ke PMI, bukan didatengin😌

Slip hasil cek HB dan medical checkup. Lolos jadi pendonor huehehe

Setelah selesai melakukan prosedur awal, aku memasuki ruangan donor. Protokol kesehatan juga diperhatikan, kok, disana. Sebelum melakukan donor, aku disuruh berganti ke masker medis yang diberikan gratis oleh petugas, juga dianjurkan untuk mencuci tanganku hingga bagian lengan. Dipanggil namaku untuk berbaring di kursi, dilanjut petugas menyuntikkan jarum untuk mulai diambil darahku. Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 s.d. 10 menit untuk mengisi penuh satu kantong 350 cc.

Proses waktu diambil darahnya

Kalau sudah selesai diambil darahnya, nanti diberi kartu donor dan suplemen seperti ini:


Lalu part favoritku pun tiba. Aku diarahkan ke kantin untuk nerima makanan gratis!!!😆 (gak aku foto karna dah habis duluan).

Nah, ternyata, meskipun sebelumnya aku sudah pernah mendonor, aku tetap terhitung satu kali mendonor di UTD PMI DKI Jakarta. Padahal sebelumnya, aku sudah pernah mendonor sebanyak tiga kali namun berbeda UTD.





Sayang banget, kan, kalau donor sebelumnya tidak terhitung (mode ambis biar dapat piagam ini!!)

Kalau kalian mengalami kasus serupa, tenang aja. Boleh kok, data donor sebelumnya dipindah ke UTD terkait. Untuk melakukannya, aku mendatangi layanan customer service dan minta dipindah data. Jadi, meskipun di kartu donor yang baru hanya satu kali stempel, aku terhitung sudah empat kali mendonor😁

Untuk manfaat dari donor darah, bisa googling sendiri lah yaa~

Ayo tunggu apalagi, satu tetes darahmu bisa berarti buat orang lain, lho! Segera donor, ya!


1 comments

  1. dulu pernah kepikiran jadi pendonor tetap, tp akhirnya cuma wacana, semoga ke depan bisa terwujud!

    ReplyDelete