Menjalani karantina di rumah selama sembilan bulan terakhir di tahun 2020, membuatku merenungi banyak hal, termasuk hal-hal apa saja yang bisa aku lakukan sebelum pandemi terjadi. Yang, sungguh, sebenarnya aku bisa kok melakukan ini dan itu, hanya kemauan dalam diri saja yang belum tercipta. Ditambah jenuhnya berada di rumah karena karantina─yang aku atasi dengan eksperimen-eksperimen memasak, belajar skincare, nonton drakor, khatamin Netflix, juga workout Chloe Ting (hampir meninggal Bund, napas pake pori-pori rasanya)─aku ngerasa... masih kurang. Kurang nyata, kurang menantang. Aku bisa lebih dari ini. Dan waktuku di tahun 2020 kemarin terbuang begitu saja... (eh, yah, sempat yudisium dan wisuda online sih).
Kami semua berangkat berboncengan menggunakan motor ke dua tempat tersebut. Sesampainya di lokasi, aku gak bisa berhenti tersenyum di balik maskerku. Disambut oleh adik-adik lucu dan menggemaskan, mereka berlari-lari berhamburan di lapangan. Sebelum dimulainya kegiatan, adik-adik tadi diabsen terlebih dahulu dan dicek suhu tubuhnya, juga tak lupa diberikan hand sanitizer.
Selanjutnya, kami membagi adik-adik ke dalam tiga kelompok menyesuaikan rentang umurnya. Kelompok 1 diisi adik-adik yang masih PAUD, kelompok 2 diisi adik-adik kelas 1 s.d. 3 SD, dan kelompok terakhir diisi adik-adik yang memasuki usia remaja. Aku kebagian di kelompok adik-adik yang masih PAUD bersama salah seorang Kakak dari UIN Syarif Hidayatullah bernama Kak Diya.
All pictures credits to Kak Aji (@ajiwhyun on Instagram)
Di awal tahun 2021 ini, aku juga sudah mulai bekerja di salah satu instansi milik pemerintah, selaras dengan pengumuman penempatan yang diumumkan kampusku akhir tahun lalu. Kerjanya masih separuh WFH (Work From Home) dan separuhnya lagi WFO (Work From Office), yang tidak sesuai ekspektasiku karena di masa orientasi ini kupikir aku akan jadi manusia super sibuk😅 yang kenyataannya, gak sibuk-sibuk amat. Masih banyak waktu luang yang aku punya, dan kali ini mau aku manfaatkan sebaik-baiknya. Menyusul kabar baik hadirnya vaksin di negara tercinta kita ini, aku juga mulai memberanikan diri untuk keluar rumah. Dengan catatan, sesampainya di rumah tetap menjalani protokol kesehatan.
Sembari apply volunteer kesana kemari via website organisasi sosial, iseng-iseng aku main ke website https://www.indorelawan.org/. Dikarenakan kondisi yang masih pandemi, rata-rata kegiatan yang ditawarkan berupa aktivitas virtual... yah, sedikit kecewa karena aku mencari kegiatan yang tatap muka langsung.
Gak ada angin, gak ada hujan...
Entah mendapat ilham dari mana, aku teringat beberapa kali pernah melewati daerah Ciputat saat perjalanan pulang ke Bekasi (rumahku) dari arah Bintaro (kampusku). Ada satu tempat yang menarik perhatianku, di bawah kolong flyover daerah sana ada tempat yang bagus, yang awalnya aku kira itu taman bermain instagrammable biasa. Jiwa-jiwa kepo mulai on nih, mulai deh googling-googling. Kuketik "Taman Kolong Ciputat" di kolom google search, dan di detik selanjutnya, hal yang kutemukan membuatku lebih excited lagi: Taman Bacaan Masyarakat Kolong.
Dengan kemampuan dan insting stalking seorang wanita yang aku miliki, dengan mudah aku mendapatkan contact person Kakak-kakak TBM Kolong dan mengajukan diri sebagai volunteer. Aku diarahkan untuk datang langsung ke TBM pada hari Minggu, 14 Februari 2021. Tanpa pikir panjang, aku iyakan.
Jarak yang harus aku tempuh dari rumah ke TBM sekitar 40 km, 1,5 jam perjalanan menggunakan motor. Gak jadi penghalang bagiku karena sudah biasa motoran kemana-mana. Yang jelas, aku excited sekali. Ini kegiatan yang membahagiakan untukku.
Dan, benar saja.
Sesampainya di TBM, aku disambut baik Kakak-kakak disana. Dan ternyata gak cuma aku yang datang. Ada juga Kakak-kakak dari UIN Syarif Hidayatullah dan Kakak-kakak Pramuka yang turut hadir. Oya, kegiatan ini sekaligus kegiatan pertama yang dilakukan sejak vakum karena pandemi... (what a luck!). Dan dikarenakan waktu yang mepet dengan jam kegiatan, kami langsung dibriefing kegiatan apa saja yang akan dilakukan nantinya. Kegiatan dibagi di dua tempat (kegiatan tidak dilakukan di TBM), di kelurahan dan di rumah Bu RT. Aku ikut tim yang melakukan kegiatan di rumah Bu RT.
![]() |
| Briefing dipimpin oleh Kak Ria (at the end of the day aku baru tau kalo Kakak ini ketuanya...) |
![]() |
| Kakak-kakak Pramuka |
![]() |
| Kakak-kakak dari UIN Syarif Hidayatullah |
![]() |
| Tetap mematuhi protokol kesehatan, ya! |
Adik-adik dikondisikan untuk duduk teratur, juga merapihkan sepatu dan sandal agar tidak berserakan. Kegiatan dibuka dengan berdoa, dilanjut ice breaking dan mini games.
![]() |
| Mini games: cepet-cepetan cari teman😆 |
Selanjutnya, kami membagi adik-adik ke dalam tiga kelompok menyesuaikan rentang umurnya. Kelompok 1 diisi adik-adik yang masih PAUD, kelompok 2 diisi adik-adik kelas 1 s.d. 3 SD, dan kelompok terakhir diisi adik-adik yang memasuki usia remaja. Aku kebagian di kelompok adik-adik yang masih PAUD bersama salah seorang Kakak dari UIN Syarif Hidayatullah bernama Kak Diya.
Kegiatan saat itu difokuskan untuk membaca, yang nantinya adik-adik diarahkan untuk tampil percaya diri membacakan apa yang sudah dibaca (read aloud).
Aku yang kebagian adik-adik PAUD, sebenarnya agak kebingungan, ya. Karena mereka, kan, belum bisa baca😆 jadi aku dan Kak Diya hanya membacakan buku-buku dongeng yang tersedia. Tak disangka, minat baca mereka tinggi sekali, lho. Empat buku dongeng kami baca bersama-sama. Kami juga mengobrol banyak hal, membiarkan mereka bercerita tentang teman-teman mereka di sekolah (yang malah merembet ke topik setan-setanan). Melihat tingkah lugu mereka bercerita, jadi moodbooster tersendiri buatku. Gemes bangetttt!!
![]() |
| Kami membaca dongeng bersama-sama |
Aku tidak terlalu memperhatikan kelompok lainnya karena terlalu asyik sama adik-adik ini. Tapi sesekali aku melirik, ada Kak Ria yang membacakan dongeng dengan percaya diri di kelompok adik-adik remaja, ada juga Kakak-kakak Pramuka yang melakukan mini games di kelompok sebelah.
Selesai membaca, adik-adik dikumpulkan kembali menjadi satu. Sesuai misi kegiatan hari ini, adik-adik tadi diarahkan untuk membacakan apa yang mereka baca di depan banyak orang (read aloud).
![]() |
Setelahnya, kami melakukan ice breaking lagi untuk menyegarkan pikiran dan badan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, yang artinya perjumpaan kita harus berakhir...
Maka adik-adik tadi dikondisikan kembali dalam posisi duduk sempurna, dan berdoa. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.
Kami pun berpamitan dengan adik-adik dan para ibu disana, untuk segera kembali ke TBM dan melaksanakan salat ashar.















2 comments
Mantab bund, selalu menebar manfaat yaa^^
ReplyDelete💖💖💖💖💖💖
Delete